Film Indonesia–Korea Tolong Saya Jadi Angin Segar Industri Perfilman, Ini Alasannya!
Lebih dari sekadar menampilkan ketegangan dan teror, film Tolong Saya juga membawa pesan sosial. Film ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan melalui kisah arwah penasaran yang mencari keadilan.
Cerita berpusat pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang menempuh studi di Korea Selatan. Hidupnya berubah drastis saat dia diteror dan dirasuki arwah Min Young (Kim Seo Young), perempuan korban kekerasan seksual yang meninggal secara misterius.
Bersama Dr. Park Binjae (Kim Giba) dan sahabatnya Sherly (Aruma Khodijah), Tania berusaha mengungkap kebenaran di balik kematian Min Young. Konflik kian rumit ketika Dion, teman lama sekaligus cinta pertama Tania, muncul sebagai sosok obsesif yang justru menjadi penghalang.
Perpaduan alur horor, psikologis, dan romansa inilah yang membuat Tolong Saya terasa berbeda dari film horor kebanyakan.
Salah satu adegan yang mencuri perhatian adalah saat Tania kerasukan dan meluapkan amarah dalam dialog berbahasa Korea, elemen yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. Selain itu, film ini juga memanfaatkan lokasi syuting di Korea Selatan dan Indonesia, memperkuat nuansa lintas budaya yang diusung.
Film ini dibintangi Saskia Chadwick, Kim Seo Young, Kim Giba, Aruma Khodijah, dan Brian sebagai Dion. Tolong Saya disutradarai Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca.