Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Bajak Film dan Konten Digital Terancam 10 Tahun Penjara hingga Denda Rp4 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Komentar Mengejutkan Badan Film Nasional soal Fenomena Clipper Film Ilegal di Medsos

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:45:00 WIB
Komentar Mengejutkan Badan Film Nasional soal Fenomena Clipper Film Ilegal di Medsos
Plt Kepala Badan Film Indonesia, Celerina Judisari (tengah) saat Konferensi Pers Rilis Hasil Riset Kerugian Pembajakan Film dan Konten Digital di Indonesia di Grand Mercure Hotel Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025). (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Film Nasional (BFN) menyoroti maraknya klip atau cuplikan film yang banyak di-posting clipper tidak resmi di media sosial. Biasanya cuplikan tersebut sesuai dengan episode atau bagian yang tersusun dari awal hingga akhir dalam beberapa postingan.

Plt Kepala Badan Film Nasional Celerina Judisari mengatakan, hal tersebut sangat meresahkan para produser. Pasalnya ketika produser masih memproyeksikan jumlah pendapatan dari penayangan di bioskop, justru cuplikan film tersebut sudah bertebaran di media sosial. 

"Biasanya produser akan bermimpi, nanti uangnya akan kembali dari satu dua tiga dari bioskop admission. Eh, udah dicolong sama klipernya kan? Gitu kan satu. Itu udah sakit nih," kata Celerina dalam Konferensi Pers Hasil Riset Kerugian Pembajakan Film dan Konten di Indonesia di Grand Mercure Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2025).

Tak hanya ketika sudah tayang di bioskop, ia menilai bahwa bertebarannya klip film di media sosial lebih masif terjadi saat film tersebut sudah ditayangkan di platform resmi yang bekerjasama dengan produser. Seperti Vision+, Vidio dan Netflix yang merupakan penyedia layanan streaming film over the top atau OTT.

"Pada saat di bioskop itu masih bisa ditahan, tetapi pada saat sudah masuk ke OTT, saat sekali masuk itu dalam sekian detik sudah sampai pada clipper-clipper tadi," ucap dia. 

Celerina juga menyayangkan maraknya klip film ilegal yang bertebaran di media sosial. Apalagi, proses pembuatan film sendiri tidaklah mudah dan murah. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut