Profil dan Biodata Pidi Baiq, Penulis yang Akan Rilis Novel dan Film Dilan 1983: Wo Ai Ni
JAKARTA, iNews.id - Profil dan biodata Pidi Baiq tengah menjadi sorotan. Hal itu lantaran dirinya akan kembali terlibat dalam produksi film, yang diangkat dari novel karyanya, Dilan 1983: Wo Ai Ni. Dalam film yang akan digarap oleh Fajar Bustomi tersebut, penonton akan disuguhkan dengan cerita sang tokoh utama Dilan saat berusia 12 tahun. Pidi Baiq bahkan sudah menunjuk para pemeran Dilan 1983: Wo Ai Ni, termasuk Adhiyat yang memerankan karakter Dilan.
Pidi Baiq menegaskan bahwa film Dilan 1983: Wo Ai Ni akan sangat berbeda dari film trilogi Dilan sebelumnya karena tidak akan berfokus pada kisah asmara remaja. Film ini pun begitu dinanti oleh para penggemar.
Lantas, bagaimana sosok Pidi Baiq? Simak profil dan biodatanya berikut ini, yang dilansir iNews.id dari berbagai sumber, Senin (29/1/2024).
Pidi Baiq merupakan seorang penulis novel, musisi, ilustrator, komikus, dan dosen berkebangsaan Indonesia. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, 8 Agustus 1972. Pria yang akrab disapa ‘Ayah’ ini merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sempat pergi ke Belanda untuk mempelajari filsafat dan seni. Ia diketahui menganut agama Islam.
Potret Arbani Yasiz Jadi Dilan, Gantikan Iqbaal Ramadhan di Film Ancika 1995
Pidi Baiq telah menikah dengan seorang wanita bernama Rosi. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak.
Pidi Baiq telah menunjukkan kegemarannya dalam menggambar sejak kecil. Ia juga memiliki hobi menulis puisi karena terpengaruh oleh sang ibu dan kakak perempuannya, yang berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia dan kerap meminjamkannya buku karangan dari Sutan Takdir Alisjahbana, Taufik Ismail, Iwan Simatupang, dan WS Rendra.
5 Rekomendasi Film Terbaik Akhir Pekan, Ada Milea: Suara dari Dilan dan Parasite
Selain itu, Pidi Baiq juga menyukai cerita pendek karya Sarlito Wirawan Sarwono di majalah Gadis dan tulisan Goenawan Muhammad di majalah Tempo. Ia lalu merilis komik dengan judul ‘Bandung, Pahlawan Pembela Kebetulan: Kasus Tikus Tarka’ pada 1997.