Setelah Sukses Dilan 1990, Pidi Baiq Garap Film Koboy Kampus
"Idenya bermula dari mendirikan negara The Panasdalam yang akhirnya jadi band. Pada 1995, saya mendirikan negara The Panasdalam di ITB bersama Gagan Ninu. Ketika itu kami menjadi negara dengan jumlah penduduk 18 orang. Saya mengangkat diri sebagai imam besar, sedangkan presidennya Deni Rodendo. Sementara Ninu menjadi dewan syuro," tutur Pidi saat konferensi pers di Kantin Nation The Panasdalam Jalan Ambon Kota Bandung, belum lama ini.
Menurut Pidi, fase kuliahnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1995 sampai 1998 paling menarik dan banyak cerita. Ketika itu, Orde Baru masih berkuasa. Pidi mengaku tidak memiliki tendensi apa-apa terhadap rezim Orde Baru. Saat banyak demo terjadi, Pidi berpikir, buat apa demo. Daripada hanya demo dan kritik, kata Pidi, lebih baik bikin negara sendiri saja.
"Cerita filmnya akan berakhir pada 1998 saat Soeharto turun, karena The Panasdalam gabung lagi dengan NKRI. Pada 2000, barulah jadi band bersama Erwin dan lain-lain. Sejak jadi band, kami selalu menolak masuk televisi karena kami lebih ingin masuk surga," ujar Pidi.
Pidi mengatakan, film Koboy Kampus dikemas dengan berbagai genre kisah. Selain komedi, Pidi juga menyisipkan kisah cinta dan dinamika kehidupan mahasiswa era 1990-an. Kisah yang Pidi tulis juga berkaitan dengan lagu-lagu yang dimainkan band The Panasdalam.
Produser pelaksana Koboy Kampus, Sekar Ayu Asmara dari Bianglala Production mengungkapkan, secara materi, kisah Koboy Kampus sungguh luar biasa. Menurut Sekar, cerita Pidi dan The Panasdalam bukan hanya menjadi aset Kota Bandung. Akan tetapi, bisa merangkul semua kalangan penonton di luar Bandung.