Tembus 65 Juta Penonton, Kemenekraf Perkuat Ekosistem Film ke Level Internasional
"Jadi ini animator Indonesia sebenarnya kualitasnya gak usah diragukan lagi. Karena sebenarnya udah banyak banget sih yang went to global market sebelumnya," tambah Rahayu.
Program AKTIF ini dirancang untuk mendorong hilirisasi karya perfilman agar tidak berhenti pada proses kreatif semata, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing secara global.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem perfilman nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.
Isu penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Deputi Rahayu menilai bahwa meskipun kualitas kreator Indonesia sudah terbukti kuat, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana menemukan, memetakan, dan menghubungkan talenta unggul dengan kebutuhan industri.
"Growth terbesar dari subsektor ekonomi kreatif adanya di subsektor film, animasi, dan video. Nah, sekarang bisa dilihat juga dari data-data sekarang per bulan November, kelihatan bahwa baik animasi maupun film juga melesat. Jadi growth-nya bagus," jelasnya.