Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
Advertisement . Scroll to see content

4 Kebiasaan Buruk Gen Z Bisa Merusak Jantung, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele

Jumat, 07 Agustus 2026 - 06:13:00 WIB
4 Kebiasaan Buruk Gen Z Bisa Merusak Jantung, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
Kebiasaan tidak sehat sejak usia muda bisa memicu gangguan metabolik yang berujung pada penyakit jantung bahkan gagal jantung. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Gen Z yang hobi makan dan minum manis, tiap hari harus ada yang manis-manis. Konsumsi gula yang melebihi batas rekomendasi harian (maksimal 50 gram/hari) membuat kita berisiko terkena diabetes. Diabetes inilah yang meningkatkan risiko sakit jantung di kemudian hari," katanya.

3. Gemar makan fast food dan makanan tinggi garam

Selain gula, asupan garam yang berlebihan juga menjadi ancaman serius. Makanan cepat saji dan ultra-processed food (UPF) umumnya mengandung garam dalam jumlah tinggi yang dapat memicu hipertensi.

"Makanan cepat saji dan UPF tinggi akan garam. Kelebihan konsumsi garam harian (lebih dari 5 gram/hari) meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi yang tidak dikontrol bisa berujung pada sakit jantung," ujar dr Bobby.

4. Malas bergerak atau mager

Kurangnya aktivitas fisik menjadi kebiasaan terakhir yang disoroti. Gaya hidup sedentari membuat berat badan dan lingkar perut meningkat sehingga memicu sindrom metabolik.

"Gen Z yang hobinya mager dan tidak ada waktu khusus olahraga, lingkar perutnya akan bertambah. Lama-lama ini memicu sindrom metabolik. Jantung yang tidak pernah dilatih dengan olahraga kardio sangat rentan sakit. Makin gemuk seseorang, kerja jantungnya pun makin berat," katanya.

Mengacu pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kombinasi kebiasaan tersebut dapat memicu penyakit jantung kronis hingga gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Sebab itu, dr Bobby mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda, mulai dari berhenti merokok, membatasi konsumsi gula dan garam, memperbanyak makanan bergizi, serta rutin berolahraga agar risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut