4 Kebiasaan Buruk Gen Z Bisa Merusak Jantung, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
"Gen Z yang hobi makan dan minum manis, tiap hari harus ada yang manis-manis. Konsumsi gula yang melebihi batas rekomendasi harian (maksimal 50 gram/hari) membuat kita berisiko terkena diabetes. Diabetes inilah yang meningkatkan risiko sakit jantung di kemudian hari," katanya.
3. Gemar makan fast food dan makanan tinggi garam
Selain gula, asupan garam yang berlebihan juga menjadi ancaman serius. Makanan cepat saji dan ultra-processed food (UPF) umumnya mengandung garam dalam jumlah tinggi yang dapat memicu hipertensi.
"Makanan cepat saji dan UPF tinggi akan garam. Kelebihan konsumsi garam harian (lebih dari 5 gram/hari) meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi yang tidak dikontrol bisa berujung pada sakit jantung," ujar dr Bobby.
4. Malas bergerak atau mager
Kurangnya aktivitas fisik menjadi kebiasaan terakhir yang disoroti. Gaya hidup sedentari membuat berat badan dan lingkar perut meningkat sehingga memicu sindrom metabolik.
"Gen Z yang hobinya mager dan tidak ada waktu khusus olahraga, lingkar perutnya akan bertambah. Lama-lama ini memicu sindrom metabolik. Jantung yang tidak pernah dilatih dengan olahraga kardio sangat rentan sakit. Makin gemuk seseorang, kerja jantungnya pun makin berat," katanya.
Mengacu pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kombinasi kebiasaan tersebut dapat memicu penyakit jantung kronis hingga gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.
Sebab itu, dr Bobby mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda, mulai dari berhenti merokok, membatasi konsumsi gula dan garam, memperbanyak makanan bergizi, serta rutin berolahraga agar risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini.
Editor: Dani M Dahwilani