4 Penyakit Tak Menular Ini Meningkat di Indonesia, Kenali Sebabnya
JAKARTA, iNews.id - Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkapkan bahwa sejumlah penyakit tak menular (PTM) meningkat jika dibandingkan tahun 2013 silam. Jika dilihat dari pemaparan data Riskesdas 2018, PTM yang mengalami kenaikan tersebut terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat.
Gaya hidup yang tidak sehat itu di antaranya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, serta kurangnya mengonsumsi serat seperti buah-buahan dan sayuran. Lalu, penyakit tak menular apa saja yang meningkat?
Simak informasinya seperti dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Selasa (6/11/2018).
Kanker
Melalui publikasi Kementerian Kesehatan, data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa adanya peningkatan penyakit kanker. Prevelensi kanker sendiri naik dari 1,4 persen pada 2013 menjadi 1,8 persen. Di Indonesia, kasus kanker yang cukup tinggi adalah kanker leher rahim dan payudara.
Penyakit tak menular yang tak kalah berbahaya adalah stroke. Penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau berkurang ini, dapat menyebabkan dampak yang fatal. Mulai dari kelumpuhan hingga berpotensi mengalami serangan jantung yang mengancam nyawa.
Prevelensi stroke sendiri naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, menurut Riskesdas 2018. Banyak penyebab terjadinya stroke, di antaranya obesitas, tidak aktif bergerak, mengonsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin.
Kita semua tahu jika diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor sekaligus dapat mengantarkan seseorang untuk mengalami berbagai PTM lain seperti hipertensi, stroke, dan gangguan jantung. Menurut data Riskesdas 2018, angka persentase diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen.
Hipertensi
Menurut pengukuran darah, penyakit hipertensi yang disebabkan oleh tingginya angka tekanan darah, meningkat. Riskesdas 2013 mencatat, prevelensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8 persen dan naik menjadi 34,1 persen menurut Riskesdas 2018. Sementara itu, hipertensi sendiri disebabkan oleh bermacam-macam faktor di antaranya sering makan-makanan asin, memiliki diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, peminum alkohol, dan memiliki riwayat keluarga.
Editor: Tuty Ocktaviany