44 Persen Lansia di Indonesia Miliki Multimorbiditas, Waspada Infeksi Covid-19
“Hal yang perlu diperhatikan adalah tanda dan gejala penyakit pada lansia tampak tidak khas,” tuturnya.
Beberapa penyakit yang mempunyai gejala tidak khas meliputi hipertensi, serangan jantung, stroke, diabetes melitus, dislipidemia, osteoarthritis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Terkait dengan data tersebut, dr Siti juga menunjukkan hubungan antara pasien lansia dengan Covid-19, multimorbiditas, dan gejala yang tidak khas. Gejala tidak khas itu, kata dia, tak hanya muncul di penyakit-penyakit kronik tadi, tetapi juga pada Covid-19.
Dalam paparan data sementara dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, tampak sebagian pasien lansia yang mengidap Covid-19, mempunyai penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, kanker, ginjal, dan penyakit paru.
“Orang Covid-19 ini kan umumnya ada demam, ada sesak, ada batuk. Tetapi jika lihat angkanya, hanya 15 persen yang demam, yang sesak 27 persen, dan batuk 24 persen. Jadi, sangat tidak khas ya, gejala pada orangtua, karena itu harus diedukasi baik pada orangtua itu sendiri maupun pendamping,” ucapnya.
Dia menyarankan bagi para lansia yang mempunyai penyakit kronik atau bahkan multimorbiditas untuk patuh berobat dan minum obat sesuai anjuran dokter. Kemudian juga memodifikasi gaya hidup sehat, lakukan aktivitas fisik dan pola makan sehat.
“Walaupun akan ada transisi pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau new normal, Pergemi tetap menyarankan seluruh lansia tetap tinggal di rumah. Namun jika mempunyai keluhan yang sifatnya tidak gawat darurat, dapat menggunakan fasilitas Home Care,” katanya.
Editor: Tuty Ocktaviany