5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian
Kanker yang dideritanya kini telah menyebar ke paru-paru dan tulang.
“Setiap hari penyakit saya berkembang, dan kondisi saya tragis. Semua kuku saya telah rontok, saya tidak punya satu pun yang tersisa. Saya hanya menunggu untuk mati,” kata Khuloud, dikutip dari The Straits News, Kamis (13/8/2026).
Kondisi pasien kanker di Gaza semakin memprihatinkan setelah Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, fasilitas khusus kanker di wilayah tersebut, dihancurkan pada 2025.
Akibatnya, ribuan pasien kehilangan akses terhadap fasilitas khusus untuk mendapatkan perawatan kanker.
Dokter juga mengatakan rumah sakit yang masih beroperasi mengalami kekurangan berbagai kebutuhan medis penting, termasuk perlengkapan yang diperlukan untuk diagnosis dan pengobatan kanker.
Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa, mengatakan kondisi tersebut telah menyebabkan meningkatnya angka kematian pasien kanker.