5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian
“Kami mencatat sejumlah besar kematian, berkisar tiga hingga lima setiap hari, karena pasien tidak menerima kemoterapi yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa mereka,” ujar Abu Selmia.
Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelum perang. Sobhi Skaik, dokter bedah Palestina yang sebelumnya memimpin Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, mengatakan saat itu rata-rata satu hingga dua pasien kanker meninggal setiap hari.
Menurutnya, meningkatnya kematian terutama berkaitan dengan tidak tersedianya pengobatan kanker di Gaza dan sulitnya pasien mendapatkan akses keluar untuk menjalani terapi.
Bagi ribuan pasien kanker yang masih berada di Gaza, penantian untuk mendapatkan izin keluar menjadi perjuangan tersendiri.
Mereka tidak hanya menunggu perjalanan menuju rumah sakit, tetapi juga menunggu kesempatan untuk kembali mendapatkan perawatan yang dapat membantu mempertahankan hidup mereka.
Editor: Muhammad Sukardi