Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!
JAKARTA, iNews.id - Di musim hujan seperti sekarang, para orang tua diminta untuk lebih perhatian kepada anak-anaknya. Jika si kecil menunjukkan gejala demam tinggi mendadak, waspada penyakit demam berdarah.
Dijelaskan Ahli Kesehatan Anak Prof Hartono Gunardi, salah satu gejala demam berdarah pada anak-anak yang perlu dikhawatirkan para orang tua ialah demam tinggi mendadak. Kalau sudah begini, bawa si kecil ke dokter menjadi pilihan yang tepat.
"Demam tinggi mendadak itu gambarannya seperti ini, saat diukur suhu anak di angka 39 hingga 40 derajat kurang dari 12 jam dari kondisi sebelumnya yang baik-baik saja," kata Prof Hartono di acara Media Briefing yang diinisiasi Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Kementerian Kesehatan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu pun menjelaskan, jika ada gejala lain yang menyertai demam tinggi mendadak sepetti sakit kepala hebat, nyeri otot, kaki dan tangan dingin, maka ada risiko si kecil mengalami demam berdarah.
Keren! Siswa SMA Unggulan Rushd Bikin Tablet Effervescent Cegah DBD hingga Web Bank Sampah
"Kalau sampai kaki dan tangan anak dingin, padahal suhu badannya panas, segera bawa ke rumah sakit," saran Prof Hartono.
"Tapi, saya sarankan jangan sampai kaki dan tangan si anak dingin baru ke rumah sakit. Kalau sudah mengeluh sakit perut, kepala pusing, disertai badan panas, bawa ke fasilitas kesehatan," tambahnya.
DBD Hantui Indonesia! Wamenkes Beberkan Cara Mencegahnya
Terlebih, sambung Prof Hartono, kalau si kecil sampai muntah-muntah dan hilang nafsu makan. Akan lebih baik jika ditangani oleh dokter anak, supaya penanganan tepat dan hasil perawatannya bisa lebih maksimal.
131.393 Orang Indonesia Kena DBD Sepanjang 2025, Karawang Mendominasi!
Karena saat ini sedang musim hujan, disarankan bagi para orang tua agar melakukan upaya pencegahan demam berdarah. Langkah pencegahannya adalah dengan 3M+, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang. Selain itu, saran lainnya adalah vaksinasi.
Ya, anak-anak dari usia 4 tahun sudah boleh menerima vaksin dengue untuk upaya pencegahan demam berdarah. Dengan vaksinasi, antibodi bisa terbentuk tanpa si kecil harus merasakan sakit dari infeksi langsung dari nyamuknya.
"Kami sarankan kepada anak-anak mulai dari usia 4 tahun agar vaksin dengue sebagai upaya maksimal melakukan pencegahan. Vaksin dengue bisa diberikan mulai dari 4-60 tahun," ujar dr Adityo Susilo, Sp.pD, K-p.T.l, FINASIM, mewakili PAPDI.
Editor: Muhammad Sukardi