Arti Mimpi Menangis sampai Nangis Beneran Menurut Islam, Pertanda Akan Ditimpa Kesedihan?
Jika tidak benar dan bahkan dapat menakut-nakuti si pemimpi, mimpi tersebut bisa jadi merupakan permainan setan.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ .
Artinya: Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi.” (HR Muslim).
Dari hadits tersebut, dijelaskan bahwa mimpi buruk adalah tipu daya setan untuk umat manusia. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad melarang untuk menceritakan mimpi buruk kepada orang lain.
Alih-alih bercerita, seorang muslim yang bermimpi buruk, dalam hal ini bermimpi menangis disarankan untuk segera meludah ke kiri sebanyak 3 kali. Kemudian, dianjurkan untuk meminta perlindungan dari Allah.