Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Desil DTSEN Sempat Berubah Signifikan, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Berkaitan dengan Risiko Stunting

Rabu, 23 September 2026 - 16:01:00 WIB
Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Berkaitan dengan Risiko Stunting
Terdapat kajian yang menunjukkan kecenderungan anak dengan jarak kelahiran lebih dari 2 tahun memiliki tinggi dan berat badan rata-rata lebih baik. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mengatur jarak kelahiran bukan hanya berkaitan dengan perencanaan jumlah anak. Jarak antar-kehamilan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko stunting.

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Wahidin menyampaikan sejumlah kajian menunjukkan kecenderungan risiko stunting semakin rendah ketika jarak kelahiran antaranak semakin panjang.

Salah satu kajian yang dipaparkan membandingkan risiko stunting berdasarkan interval kelahiran. Hasilnya menunjukkan kecenderungan bahwa semakin jauh jarak antara kelahiran anak pertama dan berikutnya, semakin kecil peluang terjadinya stunting.

“Kalau semakin jarak antara kakak adiknya semakin lama, peluang terjadi stuntingnya makin kecil,” ujar Wahidin saat Advokasi Strategis PJPK dan Optimalisasi Bonus Demografi Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (23/9/2026).

Salah satu alasannya berkaitan dengan kebutuhan bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Ketika seorang ibu kembali hamil dalam waktu terlalu dekat setelah melahirkan, kondisi tersebut dapat membuat pemenuhan kebutuhan bayi menjadi lebih menantang, termasuk dalam pemberian ASI.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut