Bagaimana Efek Samping Vaksin Campak pada Balita? Begini Kata Kemenkes
Menurut dia, gejala tersebut merupakan respons tubuh ketika sistem imun mulai bekerja membentuk antibodi untuk melawan virus campak dan rubella. Reaksi ringan seperti demam atau ruam biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.
Selain itu, Rizka memastikan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui berbagai tahapan pengujian sebelum diberikan kepada masyarakat. Setiap vaksin wajib memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta melalui kajian ilmiah yang ketat.
"Vaksin yang akan kita gunakan telah mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di mana telah dinyatakan bahwa khasiat dan keamanannya sudah terjamin," kata Rizka.
Dia menambahkan, proses evaluasi keamanan vaksin melibatkan para ahli dan berbagai lembaga kesehatan untuk memastikan manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin terjadi.
Tidak hanya aman, hasil uji klinis juga menunjukkan tingkat perlindungan vaksin campak dan rubella sangat tinggi pada anak-anak. Hal ini menjadi alasan penting mengapa imunisasi tetap dianjurkan sebagai langkah pencegahan penyakit.
"Hasil uji klinisnya menunjukkan efikasi yang baik ya, seropositif imunoglobulin IgG measles-nya sebesar 96,43% dan 91,67% untuk Rubella pada anak usia 4 sampai 12 tahun," kata Rizka.