Bahaya Covid-19 pada Anak-Anak, Mulai Tanpa Gejala hingga Meninggal Dunia

Siska Permata Sari ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 12:39 WIB
Bahaya Covid-19 pada Anak-Anak, Mulai Tanpa Gejala hingga Meninggal Dunia

Wabah virus corona baru (Covid-19) di Indonesia belum reda. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona baru (Covid-19) masih berlangsung di Tanah Air. Data per Sabtu (13/6/2020), angka kasus positif di Indonesia telah mencapai 37.420 orang. Sementara data hari sebelumnya yakni 36.406 orang.

Dengan penambahan kasus setiap hari, ditambah adanya era ‘new normal’, tak jarang menimbulkan kekhawatiran. Tak terkecuali pada anak-anak, yang dapat tertular virus corona sama rentannya dengan orang dewasa.

“Mereka semua (anak-anak) berpotensi terinfeksi virus. Kerentanannya itu sama dengan orang yang sudah dewasa, karena ini kan virus baru,” ujar Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Aman Pulungan dalam sesi Kajian MQ Pagi bersama Aa Gym, Minggu (14/6/2020).

Dia mengatakan, 15 persen anak yang tertular virus tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Meski demikian, bukan berarti Covid-19 tidak berbahaya bagi anak-anak.

“Kalau dia tertular ketika keadaan gizinya sedang jelek, dalam keadaan diare, demam berdarah, dan sebagainya saat kondisi anak tidak baik, maka itu bisa menjadi (gejala) berat, parah, bahkan meninggal dunia,” tuturnya.

Berdasarkan data, anak yang meninggal karena Covid-19 adalah 30 persen usia 0-1 tahun dan 30 persen lahir 2-5 tahun. Artinya, semua orang termasuk anak-anak mempunyai kerentanan yang sama terinfeksi dan mengalami gejala ringan, sedang, serta berat akibat virus tersebut.

Tak hanya itu, ada juga efek jangka panjang Covid-19 terhadap bayi atau balita yang telah sembuh dari penyakit tersebut.

“Kalau bayi atau balita terinfeksi dan merasakan gejala yang sampai berat atau pneumonia, bahkan komplikasi lain, kalau mereka sembuh, ya tentu mereka akan ada gejala yang akan mengganggu tumbuh kembangnya,” katanya lagi.

Oleh sebab itu, dia menyarankan kepada para orangtua untuk tetap di rumah bersama anaknya dan melakukan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Kemudian bagi orangtua yang bekerja di luar, diharapkan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ada. Salah satunya, tidak menyentuh anak atau bayi mereka tanpa membersihkan diri dan mengganti baju.

Selanjutnya yang tak kalah penting, kata dia, melengkapi imunisasi.

“Imunisasi jangan lupa, karena salah satu imunisasi ada yang turun sampai 80 persen. Capaian imunisasi yang tak tercapai, kita akan menghadapi segala wabah tahun depan seperti campak, polio, difteri, dan lain sebagainya. Jadi, imunisasi tolong dilakukan. Pantau juga tumbuh kembang anak, serta perhatikan gejala pada anak,” ujarnya.

Editor : Tuty Ocktaviany