Bahaya Tidur Balas Dendam saat Puasa Ramadan, Awas! Jangan Lebih 9 Jam
Dia juga menjelaskan pola tidur terpisah atau split sleep masih tergolong wajar selama Ramadan. Hal tersebut terjadi karena jadwal tidur bergeser akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.
“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” ujarnya.
Buka Puasa Pakai Gorengan Tiap Hari, Ingat 5 Risiko bagi Kesehatan
Meski demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengontrol total durasi tidur agar tidak berlebihan. Menurut dia, menjaga pola tidur yang seimbang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.
Rizal juga menyarankan agar waktu luang tidak hanya dihabiskan untuk tidur. Masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif.
Salah satu kegiatan yang direkomendasikan adalah olahraga ringan hingga sedang menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ini dinilai dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan.
Sementara untuk olahraga dengan intensitas lebih berat, dia menyarankan dilakukan sekitar satu jam setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut tubuh sudah kembali terhidrasi dan mendapatkan asupan energi.
Edukasi yang dibagikan Rizal pun mendapat respons positif dari warganet. Banyak pengguna media sosial merasa diingatkan karena selama Ramadan mereka cenderung mengubah pola tidur secara drastis, terutama ketika memiliki waktu libur.
Editor: Dani M Dahwilani