Belum Banyak yang Tahu, Inovasi Terbaru Penyembuhan Pasien Patah Tulang
Pengganti Tulang
Biasanya, salah satu tindakan yang umum dilakukan adalah operasi yang menggunakan bone graft atau pengganti tulang yang hilang. Bone graft bisa berasal dari tulang pasien itu sendiri (autograft), dari tulang hewan, atau sintetik. Untuk meningkatkan pengelolaan dan tindakan bagi pasien dengan patah tulang, CGBio, perusahaan medis bio-regenerasi, memperkenalkan metode baru penggunaan pengganti tulang dan meningkatkan pengetahuan para profesional medis di Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para pasien dengan cacat tulang di negara ini.
Belum lama ini, CGBio menyelenggarakan seminar global dengan tema Meet the Master yang ditujukan untuk para profesional ortopedi di Indonesia. Meet the Master diadakan secara beruntun di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bali, dari 12 - 15 Agustus, dihadiri oleh 115 spesialis ortopedi dari seluruh Indonesia.
Seminar ini berfokus pada berbagai area spesialisasi, termasuk cangkok dan pengganti tulang, yang dibagi menjadi topik tulang belakang dan trauma. Seperti diketahui, dibandingkan dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, penggunaan pengganti tulang dengan protein morfogenetik tulang-2 (rhBMP-2) di Indonesia masih relatif rendah dalam perawatan cacat dan trauma tulang.
Novosis
Khusus di Bali, lokasi seminar terakhir, profesional medis dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia mendiskusikan dan memperdebatkan wawasan terbaru dalam bidang pengganti tulang dan penggunaan pengganti tulang ‘Novosis’ yang sarat dengan rhBMP-2 dalam kehidupan nyata.
Prof Ismail Hadisoebroto Dilogo selaku Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi FKUI-RSCM mengatakan, untuk fusi tulang, konsep yang dinamakan dengan ‘Diamond Concept’ membutuhkan empat elemen penting (sel, faktor pertumbuhan, scaffolding, dan fiksasi mekanis). Novosis, kata dia, memiliki scaffolding dan faktor pertumbuhan.