Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, vitamin C berpotensi meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada orang-orang tertentu.
“Kalau kita bicara skemanya nih. Jadi ketika kita konsumsi vitamin C, misalnya dalam jumlah yang banyak setiap hari, itu sebagian dia akan dimetabolisme menjadi oksalat. Nah, urinary oxalate ini akhirnya akan meningkat dan secara biologis, ini dapat meningkatkan supersaturasi kalsium oksalat, yang mana inilah yang akhirnya berpotensi meningkatkan pembentukan batu ginjal, terutama pada dosis yang sangat tinggi dan orang-orang yang memang dia ini berisiko,” katanya.
Meski demikian, konsumsi vitamin C setiap hari tidak serta-merta menyebabkan batu ginjal. Risiko tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari dosis yang dikonsumsi, jenis kelamin, riwayat batu ginjal, hingga kecukupan cairan tubuh.
“Tapi perlu digarisbawahi, bukan berarti konsumsi vitamin C setiap hari itu otomatis menyebabkan batu ginjal. Jangan salah paham ya. Karena sebenarnya untuk risikonya ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal: dosis, jenis kelamin, riwayat batu ginjal, hidrasi, dan faktor-faktor lainnya masih banyak sekali,” katanya.
Di sisi lain, vitamin C tetap dibutuhkan tubuh karena berperan dalam pembentukan kolagen, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas sebagai antioksidan, mendukung fungsi sistem imun, serta membantu penyerapan zat besi.
Sebab itu, masyarakat perlu memperhatikan dosis vitamin C yang dikonsumsi, terutama jika mengandalkan suplemen berdosis tinggi. Kebutuhan vitamin C sebaiknya dipenuhi sesuai kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan.