Berapa Kali Normalnya Manusia Kentut dalam Sehari? Ini Kata Dokter
Selain itu, gas juga terbentuk ketika bakteri di usus besar memecah karbohidrat yang tidak tercerna atau terserap sepenuhnya di usus halus. Proses tersebut menghasilkan gas yang kemudian dikeluarkan melalui anus dalam bentuk kentut.
Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan produksi gas di dalam usus. Misalnya, kacang-kacangan, brokoli, kol, bawang, serta makanan yang mengandung karbohidrat tertentu.
Minuman bersoda juga dapat meningkatkan jumlah gas dalam saluran pencernaan. Sementara itu, sebagian orang mengalami peningkatan produksi gas setelah mengonsumsi susu akibat kesulitan mencerna laktosa.
Meski begitu, sering kentut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan. Selama tidak disertai keluhan lain, kondisi tersebut umumnya merupakan bagian normal dari proses pencernaan.
Sebaliknya, seseorang perlu memperhatikan perubahan frekuensi kentut jika disertai gejala seperti nyeri perut berkepanjangan, perut kembung berat, diare, sembelit, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau muncul darah dalam tinja.