Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : LPPOM MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS, Minta Tak Kompromi soal Sertifikasi Halal
Advertisement . Scroll to see content

Bunda, Begini Tips Menjadi Seorang Pendongeng yang Baik

Senin, 12 November 2018 - 21:16:00 WIB
Bunda, Begini Tips Menjadi Seorang Pendongeng yang Baik
Awam Prakoso meriahkan acara Indhex 2018. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Orangtua merupakan benteng bagi anak-anak mengenal dunia luar. Melalui pola asuh yang baik, buah hati mampu berkembang menjadi pribadi mulia di kemudian hari.

Berbagai cara dilakukan agar sang anak mengenal semua hal-hal baik, seperti mengetahui produk olahan halal di Indonesia. Salah satu pendongeng Tanah Air, Awam Prakoso menilai dengan cara bercerita ini, semua pelajaran bisa dicerna oleh buah hati.

Menjadi seorang pendongeng tidaklah mudah. Untuk itu, Awam memberikan beberapa tips bagi orangtua ketika ingin menceritakan sesuatu pada anak. Pertama adalah pemilihan materi cerita. Pasalnya, materi akan menentukan masuk atau tidaknya nilai yang hendak disasar kepada sang anak.

"Materi cerita menjadi perhatian kita. Ketika akan menyampaikan sebuah cerita, yaitu efek samping harus jelas. Seperti halal dan tidak halal, ini adalah efek samping. Ini menjadi pilar pertama seorang story teller," katanya ketika menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow parenting bertema 'Mendidik Anak Cinta Produk Halal', Smesco, Pancoran, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, seorang pendongeng harus memiliki materi bagus. Hal tersebut bisa didapat dari manapun, mulai dari buku, kehidupan sehari-hari, dan Alquran sebagai kitab suci umat Muslim. Apalagi Awam menilai bila mendidik anak merupakan kegiatan yang tak akan putus sampai kapan pun.

"Ibarat makanan, tak hanya mengenyangkan, tapi menyenangkan. Dongeng juga punya nilainya sendiri," ujarnya.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan ketika hendak mendongeng adalah teknik bercerita. Pria tersebut menilai, kreativitas orangtua dalam menyampaikan cerita pada anak sangat diperlukan dalam tahap ini. Tujuannya, agar menarik perhatian sang buah hati.

"Teknik orangtua ini untuk kreativitas saja. Ada dengan gitar, itu sebuah cara yang cukup menarik, ada juga yang memainkan wayang. Kalau saya dengan berbagai suara," ucapnya.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut