Cegah ISPA di Kawasan Dekat Lokasi Karhutla, Kemenkes Kirim Ratusan Ribu Masker

Siska Permata Sari ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 22:58 WIB
Cegah ISPA di Kawasan Dekat Lokasi Karhutla, Kemenkes Kirim Ratusan Ribu Masker

Pakai masker hindari ISPA. (Foto: Ilustrasi Worldfinance)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan RI telah mengirimkan sekitar 300.000 masker bagi masyarakat yang terdampak Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Karhutla di Riau diketahui telah menimbulkan banyak asap yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan.

Berdasarkan laporan tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, titik panas semakin bertambah. Menurut data Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama 2019 terdapat 824 titik panas dan 30.065 hektare lahan yang terbakar di Provinsi Riau.

Di sisi kesehatan, jumlah pasien yang mengeluhkan ISPA hingga Senin 12 Agustus 2019, tercatat sebanyak 9.630 orang, yang berasal dari 12 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Kampar, Dumai, Kuansing, Rohil, Rohul, Inhu, Inhil, Meranti, dan Bengkalis.

"Kemenkes telah mengirimkan 300 ribu pieces masker untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak mulai dari pelajar, sampai pengendara di jalanan. Dinkes Riau telah mendirikan pos pelayanan kesehatan dan melayani masyarakat terdampak Karhutla," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes, drg Widyawati seperti dikutip dari siaran pers yang diterima iNews.id, Kamis (15/8/2019).

Berdasarkan laporan tersebut, Dinkes setempat juga melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang dampak asap, memberikan pelayanan kesehatan terhadap petugas pemadam kebakaran, mendistribusikan obat, dan sosialisasi melalui media massa.

Tak hanya Riau, dampak Karhutla juga terasa di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Hanya Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah menyatakan kondisi Tanggap Darurat, dan Tim Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes sudah berada di lokasi tersebut.

"Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes siap memenuhi kebutuhan obat bila sewaktu-waktu ada permintaan dari daerah," kata dia.


Editor : Tuty Ocktaviany

TAG : .