Cerita Lucu Perawat di Sentra Vaksinasi MNC: Ada Peserta Takut Jarum Suntik Sampai Harus Dirayu

Novie Fauziah · Jumat, 30 Juli 2021 - 16:33:00 WIB
Cerita Lucu Perawat di Sentra Vaksinasi MNC: Ada Peserta Takut Jarum Suntik Sampai Harus Dirayu
Seorang perawat di Sentra Vaksinasi MNC berbagi tips untuk merayu peserta yang ketakutan pada jarum suntik. (Foto: dok iNews.id) 

JAKARTA, iNews.id – Kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Gedung Highend, Kebon Sirih, Jakarta, berjalan lancer. Meski ada satu kejadian lucu, di mana seorang perawat sampai harus merayu peserta yang ketakutan saat mau divaksin. 

Cerita lucu tersebut dibagikan oleh perawat dari RSAU DR Esnawan Antariksa, Erina, di Sentra Vaksinasi MNC Peduli bekerja sama dengan Dewan Pers. Dia mengatakan cara jitu membuat peserta yang ketakutan jarum suntik adalah dengan dirayu dan diajak ngobrol. 

"Bagi yang takut jarum suntik kita rayu dulu, ajak ngobrol, supaya dia enggak fokus ke tempat suntikan," katanya.

Selain peserta yang takut jarum suntik, Erina mengatakan sejauh ini kegiatan vaksinasi berjalan dengan lancer. Tidak ada kendala yang membuat penerima vaksin gagal disuntik.

Dia juga berpesan, agar masyarakat tidak takut divaksin. Sebab vaksinasi berguna untuk melindungi diri dari Covid-19. Kemudian apabila terpapar efeknya tidak terlalu parah.

Sementara salah seorang peserta vaksinasi dosis kedua, Yudiono, mengatakan tidak ada kendala apalagi gejala-gejala berat setelah divaksinasi Covid-19. Sebelum vaksin, dia pun tak ada persiapan khusus, terkecuali cukup tidur dan sarapan sesuai dengan anjuran dokter. 

"Paling tidur cukup dan sarapan karena sebelumnya udah dikasih tahu kan harus sarapan dulu," katanya kepada wartawan saat ditemui di Sentra Vaksinasi, Jumat (30/7/21).

Sementara keberadaan Sentra Vaksinasi dosis kedua di Gedung Highend, merupakan inisiasi Dewan Pers bekerja sama dengan MNC Peduli, IJTI, ATVSI, Pemprov DKI Jakarta dan juga Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini tak lain untuk mendukung pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. 

Editor : Elvira Anna