Dampak Gluten Berlebih Mirip Gula, Batasi Konsumsi demi Cegah Penyakit Kronis
dr Tirta menjelaskan perkembangan teknologi kesehatan memungkinkan peneliti melacak riwayat pola makan seseorang melalui studi kohort. Dari sana ditemukan konsumsi gluten dalam jumlah berlebihan selama bertahun-tahun berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan, termasuk munculnya penyakit alergi pada sebagian orang.
"Lho, kok bisa ketahuan? Ya namanya juga teknologi. Kok muncul sih penyakit alergi baru-baru, ternyata setelah dicek cohort kan metode mundur, oh ternyata orang-orang ini dilihat riwayatnya makan gluten dalam bentuk berlebihan. Jadi betul sebenarnya pembatasan gluten itu sangat bagus. Enggak jelek kok," ucapnya.
Meski begitu, dia menilai masyarakat tidak harus menghilangkan gluten sepenuhnya dari menu harian. Yang terpenting adalah membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan, terutama jika dikombinasikan dengan asupan gula tinggi.
Di sisi lain, dr Tirta mengakui penerapan diet gluten-free maupun pola makan *clean eating* masih menjadi tantangan karena membutuhkan biaya lebih besar. Kondisi tersebut membuat gaya hidup tersebut belum bisa diterapkan oleh semua kalangan, sehingga pembatasan konsumsi gluten secara bijak menjadi langkah yang lebih realistis untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Editor: Dani M Dahwilani