Deteksi Kurang Maksimal, Banyak Pasien Hemofilia yang Terlanjur Sakit Berat
Masalah akses yang belum merata ini dilihat langsung oleh seorang pasien Hemofilia berinisial HK. Dia bercerita, selama menjadi pasien Hemofilia lebih dari 34 tahun, HK melihat sendiri banyak bayi dan anak-anak dengan penyakit ini yang mengalami perdarahan berisiko akibat deteksi dan penanganan yang masih minim di Indonesia.
"Beberapa pasien bahkan meninggal dunia karena deteksi dan penanganan yang belum merata. Tentu ini sangat memilukan. Karenanya, kami berharap lebih banyak kampanye edukasi Hemofilia," kata HK.
"Kami berharap obat konsentrat faktor pembekuan darah dapat terus ditanggung oleh BPJS, mengingat obat ini terbukti efektif menyembuhkan dan menghindarkan pasien Hemofilia dari risiko infeksi melalui darah seperti Hepatitis dan lainnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Shinta Caroline selaku Head of Oncology and Rare Disease Business Unit PT Takeda Indonesia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dalam meningkatkan layanan kesehatan.
"Bersama HMHI dan para tenaga medis, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar penyakit ini bisa dikenali lebih awal, didiagnosis dengan tepat, dan pasien bisa mendapat pengobatan yang sesuai, sehingga perdarahan dapat ditangani dengan baik dan bisa dicegah keparahannya," ungkap Shinta Caroline.