Detoks Media Sosial 1-2 Minggu, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Selain mengurangi paparan informasi, detoks media sosial juga bertujuan memutus sejumlah kebiasaan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis. Salah satunya adalah kebiasaan mengecek notifikasi berulang kali.
“Tujuan detoks media sosial adalah mengurangi melihat notifikasi terus menerus, menurunkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menurunkan fomo (fear of missing out),” ucapnya.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat membuat seseorang merasa kehidupannya tidak sebaik orang lain. Ditambah dorongan untuk selalu mengetahui informasi terbaru, kondisi tersebut dapat membuat seseorang sulit benar-benar beristirahat dari media sosial.
Detoks media sosial tidak harus dilakukan dengan menghapus seluruh aplikasi. Seseorang dapat memulainya dengan mematikan notifikasi, membatasi waktu penggunaan aplikasi, atau menentukan periode tertentu tanpa membuka media sosial.
Agar manfaat detoks lebih optimal, waktu yang biasanya digunakan untuk scrolling dapat dialihkan ke aktivitas di dunia nyata. Kegiatan tersebut dapat membantu seseorang mendapatkan pengalaman tanpa paparan layar dan notifikasi.
“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” katanya.
Mengambil jeda selama 1-2 minggu, seseorang dapat mengevaluasi kembali kebiasaan menggunakan media sosial. Langkah ini juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun pola penggunaan media sosial yang lebih sehat tanpa harus sepenuhnya meninggalkan dunia digital.
Editor: Dani M Dahwilani