Dokter Benny C Sihombing Minta Maaf usai Komentar Ruang Jenazah Kosong ke Pasien BPJS
"Tidak ada klarifikasi, saya mohon maaf karena telah membuat keributan ini. Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya untuk teman-teman sejawat saya, semua dokter yang memberikan edukasi di media sosial karena sudah merusak usaha-usaha tersebut. Saya berharap ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," tuturnya.
Nama dr Benny menjadi sorotan setelah komentarnya pada unggahan Yurizal di Threads tersebar luas di media sosial. Saat itu, Yurizal mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit sebagai pasien BPJS Kesehatan.
Komentar dr Benny dinilai tidak berempati dan memicu kemarahan publik, terlebih setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial.
Apa yang disampaikan dr Benny kepada Yurizal?
Dokter Benny terpantau memberi komentar ini, "Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau enggak. BPJS yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, gak cuma you sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah. Nakes atau RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini."
Sebelumnya, tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika juga telah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf terbuka. Widhiyarini mengakui komentarnya yang berbunyi, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan," merupakan tindakan yang tidak pantas serta tidak mencerminkan etika, empati, dan profesionalisme sebagai tenaga kesehatan.