Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Tanda Orang Alami Gagal Ginjal Tanpa Disadari, Awas Jangan Sampai Ketahuan Setelah Sakit Parah!
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Ingatkan Gagal Ginjal Bisa Tanpa Gejala, Cek Darah dan Urin Secara Rutin

Selasa, 01 September 2026 - 06:03:00 WIB
Dokter Ingatkan Gagal Ginjal Bisa Tanpa Gejala, Cek Darah dan Urin Secara Rutin
Gagal ginjal perlu diwaspadai karena penurunan fungsi ginjal dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala yang mudah dikenali. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gagal ginjal perlu diwaspadai karena penurunan fungsi ginjal dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Kondisi ini membuat seseorang bisa merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa meski fungsi ginjal sudah mengalami penurunan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi, dr Decsa Medika Hertanto, mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan darah dan urin secara rutin untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal sejak dini.

Melalui unggahan video di Instagram, dr Decsa membagikan lima gejala gagal ginjal yang paling sering dia temui dalam praktik medis. Namun, dia menempatkan kondisi tanpa gejala sebagai hal yang paling perlu diwaspadai.

Gagal Ginjal Bisa Tanpa Gejala

Menurut dr Decsa, penyakit ginjal kronis pada stadium 1 hingga 3 hampir tidak menimbulkan gejala. Seseorang bahkan dapat merasa sehat, aktif, dan tidak memiliki keluhan meski fungsi ginjal sudah mengalami penurunan signifikan.

“Dan nomor 1, tanpa gejala sama sekali. Yap, kalian enggak salah denger. Stadium 1 sampai 3 penyakit ginjal kronis itu hampir enggak ada gejala apa-apa. Kalian bisa ngerasa sehat, aktif, enggak ada keluhan, padahal fungsi ginjal udah turun signifikan,” ujarnya.

Gejala fisik, kata dr Decsa, umumnya baru muncul ketika kerusakan ginjal sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini membuat deteksi dini menjadi penting karena menunggu munculnya keluhan dapat membuat gangguan ginjal baru diketahui ketika kerusakannya sudah berat.

Selain tanpa gejala, terdapat sejumlah keluhan yang dapat muncul ketika fungsi ginjal sudah terganggu. Salah satunya adalah pembengkakan pada kaki dan mata akibat penumpukan cairan dalam tubuh.

“Di nomor 5, biasanya kaki dan mata bengkak. Nah, ginjal itu fungsinya untuk ngebuang kelebihan air. Jika ginjal rusak, maka ginjal nggak bisa buang cairan. Jadi numpuk di dalam tubuh dan bikin bengkak,” ujarnya.

Gejala berikutnya adalah kulit gatal yang tidak kunjung sembuh. Gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan zat sisa metabolisme menumpuk di dalam tubuh dan berkaitan dengan munculnya rasa gatal.

“Nah, di nomor 4, kulit gatal nggak sembuh-sembuh. Nah, fungsi ginjal itu salah satunya menyaring sampah dan racun. Nah, kalau fungsi ginjal itu terganggu, maka numpuk di kulit dan bikin gatal,” kata dr Decsa.

Mudah lelah dan lemas juga menjadi keluhan yang perlu diperhatikan. Gangguan fungsi ginjal dapat mengurangi produksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga pasien dapat mengalami anemia.

“Di nomor 3, gampang capek dan lemes. Fungsi ginjel dalam penghasil hormon penambah darah akan hilang jika ginjel kita rusak. Maka pasien-pasien gagal ginjal akan cenderung kurang darah alias anemia. Walhasil, lemes,” ucap dia.

Sementara itu, mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan uremic syndrome. Kondisi ini terjadi ketika zat sisa dan racun menumpuk di dalam darah akibat fungsi ginjal yang sudah terganggu.

“Di nomor 2, mual dan muntah berkelanjutan. Ini yang dinamakan dengan uremic syndrome. Sampah dan racun yang numpuk akan bikin lambung hiperaktif dan bikin mual dan muntah,” ujarnya.

Pentingnya Cek Darah dan Urin

dr Decsa menegaskan, gejala seperti pembengkakan, kulit gatal, mudah lelah, mual, dan muntah biasanya baru muncul ketika penyakit ginjal sudah berada pada stadium 4 dan 5.

“Gejala-gejala yang saya sebutin tadi di atas biasanya baru muncul stadium 4 dan stadium 5, di mana kerusakannya sudah sangat berat. Jangan lupa juga periksa darah dan urin secara rutin dengan medical check-up,” ucap dr. Decsa.

Pemeriksaan darah dan urin secara berkala dapat menjadi bagian penting dalam mendeteksi gangguan fungsi ginjal sebelum gejala berat muncul. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan menunggu tubuh memberikan tanda, tetapi juga perlu dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut