Dokter Ingatkan Pasien Kanker Anak Tetap Perlu Main Bersama Keluarga, Ini Alasannya!
Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan terapi medis dengan dukungan sosial-keluarga ini terbukti memberikan dampak lebih signifikan dibandingkan pendekatan medis saja. Dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit, dukungan keluarga menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas pemulihan anak.
"Kami pernah melakukan penelitian di rumah sakit, bahwa dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga, lalu dibandingkan dengan pendekatan medis saja, ternyata aspek yang paling berdampak signifikan adalah dukungan keluarga," ungkap dr Endang.
Keterlibatan keluarga besar juga dinilai penting, mengingat budaya Indonesia yang banyak menganut sistem keluarga besar (extended family). Dukungan emosional, perhatian, dan interaksi positif membantu anak membangun kembali rasa percaya diri setelah menjalani pengobatan panjang.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Rahmi L Adi Putra, mengungkapkan, program pemulihan kini menjadi fokus utama organisasi.
Menurut dia, tidak sedikit survivor kanker anak yang sudah dinyatakan remisi dan kembali bersekolah justru menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebayanya. Kondisi ini dapat memengaruhi kondisi psikologis anak dan berpotensi menghambat proses pemulihan secara menyeluruh.
"Pengobatan tentu sangat penting, tetapi setelah pengobatan, program pemulihan juga tidak kalah penting," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi