Dokter Murka Lihat Bigmo Diduga Ajak Anak-Anak Promosikan Vape: Kesel Banget!
Ia menegaskan dampak tersebut bukan sekadar efek jangka pendek, tetapi dapat memengaruhi masa depan anak.
"Bayangin, bisa ngaruh ke otak, taruhannya masa depan anaknya," ujar dr Adam.
Selain berdampak pada otak, dr Adam juga mengingatkan bahwa cairan vape mengandung sejumlah zat berbahaya yang dapat merusak organ pernapasan.
Menurutnya, cairan vape mengandung formaldehid dan logam berat yang berpotensi merusak paru-paru serta meningkatkan risiko kanker.
"Cairan vape mengandung formaldehid dan logam berat, zat-zat yang bisa merusak paru-paru dan berpotensi menyebabkan kanker," paparnya.
Tak hanya itu, dr Adam menyoroti anggapan bahwa vape dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Menurutnya, berbagai penelitian justru menunjukkan sebaliknya pada kelompok usia anak dan remaja.