Dokter Ungkap Usia 30 Tahun Jadi Masa Penting Membangun Kepadatan Tulang
“Jadi dekat-dekat menopause sudah mulai itu dong, osteoporosis. Kalau yang kedua tuh senilis, senilis tuh untuk orang tua. Nah, itu lebih tua 60-70. Nah, itu sama, laki-laki perempuan sama. Tapi kalau yang postmenopause, perempuan. Perempuan duluan kena karena menopause, kalau laki-laki kan nggak ada, ya andropause beda dah,” ujarnya.
Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya tidak baru dilakukan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Aktivitas fisik secara teratur, olahraga yang sesuai kemampuan, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan tulang.
Ancaman osteoporosis juga tidak boleh dianggap remeh. Data International Osteoporosis Foundation (IOF) memperkirakan satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia 50 tahun ke atas akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis sepanjang hidupnya.
Dampaknya bukan hanya berupa rasa sakit atau keterbatasan gerak. Patah tulang akibat osteoporosis juga dapat mengurangi kemandirian lansia dan memengaruhi kualitas hidup mereka.
Dengan membangun kepadatan tulang sejak usia muda, risiko pengeroposan tulang pada masa tua diharapkan dapat ditekan. Pemeriksaan kesehatan tulang dan deteksi dini juga penting dilakukan, terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko osteoporosis.
Editor: Dani M Dahwilani