Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ginjal Bisa Rusak karena Obat Pereda Nyeri hingga Vitamin D, Ini Penjelasan Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Donor Ginjal Tak Boleh Kerja Berat? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:37:00 WIB
Donor Ginjal Tak Boleh Kerja Berat? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan
Dokter Spesialis Urologi, Konsultan Urologi Transplantasi, Profesor Dr dr Nur Rasyid, Sp.U(K) mengungkapkan pendonor ginjal tetap bisa melakukan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik, termasuk pekerjaan berat. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggapan pendonor ginjal tidak boleh melakukan aktivitas berat setelah menjalani operasi ternyata keliru. Seseorang yang telah mendonorkan satu ginjal tetap dapat bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Dokter Spesialis Urologi, Konsultan Urologi Transplantasi, Profesor Dr dr Nur Rasyid, Sp.U(K) mengatakan, pendonor ginjal tetap bisa melakukan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik, termasuk pekerjaan berat.

“Kalau anda kuli bangunan, selesai ini jadi kuli bangunan juga boleh,” kata Prof. Nur Rasyid dalam acara Siloam Urology Nephrology Summit (SUNS) 2026.

Menurut Prof Nur Rasyid, memiliki satu ginjal bukan berarti seseorang harus membatasi seluruh aktivitas fisiknya. Hal yang lebih penting adalah menjaga kondisi tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Dia mengatakan pendonor ginjal justru dapat memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga kesehatan. Kondisi itu muncul karena pendonor memahami hanya memiliki satu ginjal sehingga lebih memperhatikan pola hidup dan kondisi tubuhnya.

Prof Nur Rasyid juga mengungkap penelitian di Amerika Serikat yang membandingkan kondisi 100 orang yang menjadi pendonor ginjal dengan 100 orang yang tidak menjadi pendonor. Keduanya kemudian dipantau dalam jangka waktu tertentu.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan kelompok pendonor memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak menjadi pendonor.

“Hasilnya ternyata yang jadi donor lebih sehat daripada masyarakat yang bukan donor. Kenapa? Karena yang jadi donor tahu bahwa ginjal tinggal satu, dia akan teratur check-up. Dia akan jaga,” ujarnya.

Meski dapat kembali beraktivitas, pendonor tetap perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan ginjal. Beberapa faktor seperti berat badan, tekanan darah, pola makan dan aktivitas fisik perlu dijaga agar fungsi ginjal tetap optimal.

Prof Nur Rasyid mengingatkan pendonor untuk menghindari obesitas dan hipertensi. Pola makan juga perlu diperhatikan dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis serta tetap aktif bergerak.

“Yang enggak boleh jadi gendut, yang enggak boleh jadi hipertensi. Jadi kurangin makan manis, bergeraklah, check-up teratur,” katanya.

Pendonor ginjal bukan berarti seseorang harus kehilangan kesempatan untuk bekerja dan beraktivitas secara normal. Setelah menjalani prosedur donor, pendonor tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Edukasi yang tepat mengenai donor ginjal juga dinilai penting agar masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran sekaligus membuat calon pendonor memahami pentingnya menjaga kesehatan setelah hanya memiliki satu ginjal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut