Hadapi Ancaman Penyakit, Pencegahan Jadi Kunci Ketahanan Kesehatan
Deanfield menilai rekomendasi kesehatan perlu mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat dalam menerapkannya. Anjuran yang terlalu sulit dicapai berisiko menimbulkan tekanan tambahan yang justru dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.
Karena itu, pendekatan pencegahan perlu dirancang secara realistis dan bertahap, dengan langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Survei tersebut menemukan bahwa 77 persen masyarakat Indonesia lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan. Selain itu, 82 persen responden percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu masyarakat bertransisi menuju gaya hidup yang lebih sehat. Contoh dari alternatif-alternatif tersebut termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, hingga produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk terus mengonsumsi nikotin,” ujar Deanfield.
Dia menegaskan, ketahanan kesehatan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap penyakit dan krisis. Pergeseran fokus dari pengobatan menuju pencegahan yang berbasis bukti ilmiah dan pengurangan faktor risiko menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung lingkungan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, dinilai dapat memberikan manfaat kesehatan bagi individu maupun masyarakat dalam jangka panjang.