"Secara sosiologis pada saat kondisi ada sebuah harapan cepat oleh masyarakat menganggap bahwa ini adalah sebuah pengobatan buat mereka cepat. Dan apalagi pada kondisi kronik (illnes) atau mungkin terminal illnes (stadium akhir), dia sudah berobat ke mana-mana dan tidak ada harapan saya kira ini menjadi sebuah pilihan buat masyarakat," kata dr Adib
Kenali Arti Ghosting dalam Bahasa Gaul dan Dampaknya pada Korban, Ternyata Bisa Bikin Trauma!
Di sisi lain terkait ini, Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Prof Dr dr Ferdiansyah Mahyudin, SpOT (K) menyoroti adanya ketidakmerataan jumlah dokter di daerah Indonesia. Alhasil kekurangan dokter di daerah, mendorong masyarakat jadi lebih memilih pengobatan alternatif atau tradisional seperti ibu Ida. Jumlahnya dia sebutkan hanya ada 1.000 - 1.500 dokter spesialis Orthopedi yang tersebar di seluruh Indonesia, itupun katanya lebih banyak di kota besar seperti Jakarta.
"Sekarang jumlah (dokter) orthopedi itu ada 1.000-1.500 segitu ya belum banyak, dibandingkan dengan generasi penduduk belum banyak. Karena memang dari fenomenanya kurangnya rasio angka dokter yang menangani pasien," ungkap Prof Ferdiansyah.
Editor: Elvira Anna