Hindari Risiko Hipertensi, Begini Cara Tepat Mengolah Daging

Siska Permata Sari ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:49 WIB
Hindari Risiko Hipertensi, Begini Cara Tepat Mengolah Daging

Daging kambing. (Foto: Foodnetwork)

JAKARTA, iNews.id - Konsumsi daging memang dibutuhkan oleh tubuh kita karena mengandung banyak protein hewani. Daging juga kaya akan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi seimbang dengan asupan yang lain, seperti karbohidrat, serat dan protein nabati (sayur-sayuran).

Tapi, tahukah Anda bahwa memasak daging dengan cara yang salah dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi? Hal tersebut terkuak lewat penelitian Departemen Gizi di Harvard TH Chan School of Public Health di Boston.

Studi tersebut menyatakan bahwa bukan hanya jenis makanan yang kita makan dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan makanan.

Demi studi ini, peneliti menganalisis data 32.925 wanita yang merupakan bagian dari Nurses Health Study, 53.852 wanita yang mengambil bagian dalam Nurses Health Study II, dan 17.104 pria yang berpartisipasi dalam Health Professionals Follow-Up Study.

Pada awal, tidak ada peserta yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit kardiovaskular, atau kanker. Selama periode tindak lanjut rata-rata 12-16 tahun, total 37.123 peserta mengalami hipertensi.

"Tim menemukan bahwa subjek yang makan daging sapi, ayam, atau ikan panggang, atau bakar setidaknya 15 kali setiap bulan, 17 persen lebih mungkin untuk mengalami tekanan darah tinggi daripada mereka yang mengonsumsi makanan ini kurang dari empat kali per bulan," kata Ketua Penelitian Gang Liu, PhD seperti dikutip dari Medical News Today, Selasa (13/8/2019).

Ternyata, ini ada hubungannya dengan kadar amina aromatik heterosiklik (HAA), senyawa yang berpotensi berbahaya dan diproduksi ketika daging dimasak pada suhu tinggi.

"Studi ini mengungkapkan bahwa peserta yang mengonsumsi tingkat HAA yang lebih tinggi berada pada risiko 17 persen lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi senyawa dengan kadar lebih rendah," kata dia.

Liu mengatakan, HAA dan bahan kimia lainnya yang diproduksi oleh memasak suhu tinggi dapat menyebabkan tekanan oksidatif, peradangan dan resistensi insulin, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Walaupun penelitian ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, namun disarankan untuk menurunkan tekanan darah dengan mengubah metode memasak daging dan ikan, terutama suhu.


Editor : Tuty Ocktaviany