Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Infografis Udara Jabodetabek di Level Beracun, Waspada ISPA hingga Penyakit Jantung!
Advertisement . Scroll to see content

Infografis Konsumsi Gorengan Berlebihan Bisa Picu Penyakit Jantung dan Diabetes

Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:35:00 WIB
Infografis Konsumsi Gorengan Berlebihan Bisa Picu Penyakit Jantung dan Diabetes
Konsumsi gorengan berlebihan bisa picu penyakit jantung dan diabetes. (Foto: Infografis Maspug)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Suka makan gorengan? Ingat, jangan berlebihan ketika mengonsumsi gorengan karena bisa berdampak negatif pada kesehatan.

Gorengan yang kita makan semalam ini rasanya enak, teksturnya renyah, dan harganya murah. Ini semua merupakan kombinasi yang sangat menggiurkan.

Mudah sekali untuk mendapatkan gorengan, mulai dari jajanan pinggir jalan hingga restoran cepat saji. Tapi perlu diketahui bahwa gorengan cenderung tinggi kalori dan lemak trans.

Seperti dilansir dari Healthline, Sabtu (9/1/2021), keseringan makan gorengan memiliki dampak negatif pada kesehatan. Apa saja bahayanya?

1. Tinggi kalori

Banyak metode memasak yang bisa dilakukan, tapi menggoreng adalah cara yang paling banyak menambah kalori terhadap makanan. Pertama, kebanyakan dari gorengan dibalut dahulu dengan adonan tepung sebelum digoreng. Belum lagi makanan tadi kehilangan air dan menyerap minyak. Makanan yang digoreng akan mengandung lebih banyak kalori daripada yang tidak.

2. Tinggi lemak trans

Minyak yang dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi selama memasak akan membentuk lemak trans. Belum lagi saat minyak digunakan berulang-ulang kali, lemak transnya akan semakin meningkat. Lemak ini dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak penyakit.

3. Risiko penyakit jantung

Makan gorengan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Faktanya, menurut PubMed, seseorang yang semakin sering makan gorengan akan semakin besar memiliki risiko penyakit jantung.

4. Risiko diabetes

Beberapa penelitian menunjukkan, mengonsumsi gorengan akan berisiko terkena diabetes tipe 2. Mereka yang mengonsumsi empat sampai enam porsi gorengan per minggu, 39 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2. Dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.

5. Tingkatkan asupan kalori 

Gorengan dapat meningkat asupan kalori secara signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa lemak trans berperan penting dalam penambahan berat badan. Ini karena gorengan dapat meningkatkan nafsu makan dan tinggi lemak. Bahkan sekalipun makanannya tidak memiliki kalori tambahan, lemak trans akan secara signifikan menumpuk lemak perut.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut