Jalankan Kegiatan Belajar Secara Tatap Muka, MBS Ki Bagus Hadikusumo Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat
"Alhamdulillah sampai ke santri-santri kami, sehingga mereka punya kesadaran pentingnya menjaga dari tertularnya dari virus ini. Pemahaman itu misalnya tadinya anak dengan guru saling bersalaman, tapi sejak pandemi ini tidak, khususnya bagi guru yang tinggal di luar pondok juga," kata Abdul Wahhab.
Meski cukup mengalami kendala di awal proses penerapan, diakui Abdul Wahhab, pengalihan kebiasaan santri dalam bersalaman ini berjalan dengan sangat baik. Langkah ini juga dinilai cukup berdampak bagi pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo.
"Cukup sulit ketika tidak ditekankan, karena itu sebuah akhlak dan kalau enggak salaman seperti kurang berakhlak, tapi sementara bentuk salaman diubah supaya tidak sampai saling bersentuhan. Di kelas juga guru tidak boleh terlalu dekat dengan siswa. Nah, edukasi ini sudah ada kader-kader dalam kelas yang dibina," ujar Abdul Wahhab.
(Media penanaman kangkung dan budidaya ikan lele dalam program ketahanan pangan ‘LeKung’)
Sebelumnya, pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo sempat memulangkan para santrinya di awal pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Namun, pihaknya kembali mendatangkan santri untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka menyusul beberapa aturan yang dikeluarkan Bupati Bogor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.