Jalankan Kegiatan Belajar Secara Tatap Muka, MBS Ki Bagus Hadikusumo Terapkan Protokol Kesehatan dengan Ketat
"Beberapa bulan itu sempat belajar daring di rumah masing-masing. Kemudian, ada beberapa aturan dari Bupati Bogor khusus pesantren sudah memungkinkan dengan protokol kesehatan ketat bisa memasukan kembali santri," kata Abdul Wahhab.
"Kami secara bertahap mulai bulan Juli sampai Agustus. Santri kami itu ada 375 orang, setiap minggu kami angsur masuk. Dua minggu kemudian karantina dulu di kamar sampai aman dan tidak ada gejala, baru boleh berbaur dengan santri yang sudah lebih dulu masuk, dan begitu seterusnya," ujarnya menambahkan.
Selain pemberian edukasi, bentuk kerja sama lainnya juga dilaksanakan dalam program ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Pesantren MBS Ki Bagus Hadikusumo mendapatkan bantuan berupa kit budidaya sayuran kangkung serta ternak lele. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga persediaan bahan makanan selama masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Kemudian, ada program ketahanan pangan yang mendapat 'LeKung' ya, itu (budidaya) lele dan kangkung. Alhamdulillah cukup subur, itu kita sudah tiga kali panen. Sesuai dengan amanah yang diberikan Promkes melalui MPKU, edukasi dan bibit untuk budidaya lele dan kangkung ini juga diberikan kepada masyarakat sekitar pesantren," kata Abdul Wahhab.
Editor: Tuty Ocktaviany