Jangan Abai, Penurunan Hormon Testosteron Bahaya untuk Kesehatan Pria
Prof Wimpie menerangkan, gejala kadar testosteron menurun atau berkurang disebut dengan Testosterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM) yang juga disebut Late-Onset Hypogonadism (LOH).
Berikut ini beberapa tanda atau gejala yang dapat dikenali sebagai kondisi penurunan hormon testosteron:
- Libido menurun yang mengakibatkan gairah seksual menurun drastis
- Disfungsi ereksi atau sulit ereksi atau mempertahankan ereksi
- Penurunan massa otot atau kekuatan
- Peningkatan lemak tubuh
- Kelelahan
- Kerontokan rambut
- Produksi sperma berkurang
- Testis mengecil
- Perubahan suasana hati
- Kesulitan konsentrasi
- Gangguan tidur
- Tulang rapuh
"Penurunan kadar Testosteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari," kata Prof Wimpie.
"Steros menyediakan perawatan penggantian hormon untuk pria dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya. Dengan pendekatan medis nan ilmiah, perawatan kami membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup," kata dokter pengampu Hormon in Balance & Anti-Aging Klinik Pratama Steros dr Donny Firdaus.
"Selain itu, terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan menggunakan teknologi non-invasif untuk meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga agar tetap muda," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi