Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak

Senin, 05 Januari 2026 - 22:01:00 WIB
Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak
Kebiasaan malas berolahraga bisa membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang sangat merugikan. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

Metabolisme Tubuh Melambat

Jarang berolahraga juga berdampak pada melambatnya metabolisme. Otot berperan penting dalam proses pembakaran kalori, sehingga ketika massa otot menurun, jumlah energi yang dibakar tubuh saat istirahat ikut berkurang.

Jika tidak diimbangi dengan pengaturan pola makan, kondisi ini bisa menyebabkan berat badan naik tanpa disadari.

Risiko Penyakit Kronis Lebih Tinggi

Gaya hidup kurang gerak berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis. Mulai dari diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Olahraga berperan membantu menjaga tekanan darah, kadar gula, serta kesehatan pembuluh darah agar tetap stabil dan berfungsi optimal.

Kesehatan Mental Ikut Terpengaruh

Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan menekan stres.

Tanpa olahraga, seseorang bisa lebih mudah merasa cemas, stres, dan kehilangan energi secara emosional. Dengan demikian, jarang berolahraga bukan hanya membuat tubuh terasa kurang bugar, tetapi juga berdampak luas pada hampir seluruh sistem tubuh. Mulai dari jantung, otot, metabolisme, hingga kondisi mental bisa terpengaruh.

Untuk itu, penting membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara rutin. Tidak harus olahraga berat, gerakan ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau bersepeda santai sudah cukup membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit di kemudian hari.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut