Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Klarifikasi Lengkap Menkes Budi soal Tuduhan Pakai Tabung Oksigen gegara Tak Kuat Asap Karhutla 
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Anggap Sepele! 3 Gejala akibat Asap Karhutla Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:25:00 WIB
Jangan Anggap Sepele! 3 Gejala akibat Asap Karhutla Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya
Asap karhutla terbukti berbahaya bagi kesehatan. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

"Kuning, kalau kita sesak napas pada saat beraktivitas atau juga kita matanya perih dan juga kalau kalian masuk kelompok rentan, yaitu lansia, ibu hamil, atau balita, segera datang ke Puskesmas untuk cek saturasi oksigen Anda," tegas Budi.

Pemeriksaan di Puskesmas diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk kadar oksigen dalam darah atau saturasi oksigen. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat menilai apakah pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Budi juga memastikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak pencemaran udara telah disiagakan. Salah satunya di Kalimantan Tengah, yang disebutnya mengalami kondisi pencemaran udara cukup tinggi.

"Kebetulan di seluruh Puskesmas yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah ini yang paling tinggi kondisi pencemaran udaranya, semuanya sudah dilengkapi dengan ruang oksigen yang ada layanan oksigen," tambahnya.

3. Indikator Merah: Sesak Napas Berat hingga Bibir Membiru

Indikator merah merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Masyarakat harus segera menuju instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit jika mengalami sesak napas berat saat sedang beristirahat, bibir membiru, atau nyeri dada.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut