Jumlah Dokter di Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Vien Dimyati ยท Kamis, 22 September 2022 - 08:19:00 WIB
Jumlah Dokter di Indonesia Belum Penuhi Standar WHO
Jumlah dokter belum penuhi standar WHO (Foto: Forbes)

JAKARTA, iNews.id - Pelayanan kesehatan menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Maka itu, peran tenaga kesehatan di berbagai daerah sangat penting.

Namun sayangnya jumlah tenaga kesehatan di Indonesia masih jauh dari standar World Health Organization (WHO). 

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo mengatakan, tidak bisa dipungkiri saat ini lulusan kedokteran memiliki kualifikasi beragam, yang pada akhirnya mendilusi kualitas pelayanan kesehatan primer.

"Dokter yang tekun dan mau melayani masyarakat sepenuhnya sebagai seorang provider sekaligus manajer di Puskesmas tidak lebih dari 10%. Ini tantangan kita untuk memajukan layanan primer," kata dr. Hasto Wardoyo, belum lama ini.

Dilema ini menurut Hasto harus menjadi perhatian pemerintah karena ada kegentingan dalam pemerataan pelayanan, dengan jumlah tenaga dokter yang tidak mencukupi. Dikatakan Hasto, dibutuhkan kesadaran, empati, dan idealisme pelayanan sebagai sikap nasionalisme para dokter sejak awal.

Perihal pentingnya pemenuhan kuota dokter sebagai provider kesehatan, beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengutip data Kemenkes 2022, menyebutkan perbandingan jumlah tenaga kesehatan termasuk spesialis dengan populasi di Indonesia adalah 0,68 per 1.000 populasi.

Bandingkan dengan standar yang ditetapkan World Health Organization, yakni 1 tenaga kesehatan untuk 1.000 populasi. Angka ketersediaan tenaga kesehatan Indonesia juga masih di
bawah standar negara-negara Asia yang 1,2 per 1.000, atau bahkan negara-negara OECD atau Eropa yang jauh lebih baik di angka 3,2 per 1.000 populasi.

Menurut dr Hasto, hingga saat ini sebagian besar publik masih meyakini dokter adalah profesi yang mulia dan terhormat. “Animo masyarakat dan para orang tua terhadap pendidikan kedokteran pun masih sangat tinggi, sehingga dorongan untuk menggeluti profesi bidang kesehatan masih sangat besar. Situasi ini tentu bisa menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk mencetak lulusan dokter terbaik," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda