Kanker Payudara Intai Pria dan Wanita, Kenali Faktor Penyebabnya yang Harus Diwaspadai

Rizqa Leony Putri ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 16:23 WIB
Kanker Payudara Intai Pria dan Wanita, Kenali Faktor Penyebabnya yang Harus Diwaspadai

Konsultasi kesehatan dengan dokter. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id – Jangan anggap sepele kanker payudara. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian bagi wanita di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Menurut studi Globocan 2018, kanker payudara menempati peringkat kanker tertinggi di Indonesia dengan 58,256 kasus baru pada 2018 dan menempati posisi kedua penyebab kematian karena kanker, setelah kanker paru-paru.

Ini merupakan kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita secara global, dengan lebih dari dua juta wanita terkena setiap tahunnya. Meskipun jarang, nyatanya pria juga dapat didiagnosis menderita kanker payudara.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik, dr. Ronald Alexander Hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM menjelaskan, terdapat beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang terkena kanker payudara. Menurutnya, faktor risiko ini sebaiknya diketahui oleh setiap orang sebagai langkah awal untuk mendeteksi gejala kanker.

"Ada wanita-wanita yang memiliki kemungkikan terkena kanker payudara itu lebih tinggi daripada populasi umum," kata dr. Ronald kepada iNews.id dalam momen webinar pada Senin (31/8/2020).

Menurut dr. Ronald, yang termasuk dalam kelompok tersebut ialah wanita yang mendapatkan haid pertama kali di usia yang sangat muda. Kemudian pada wanita yang periode reproduksinya berlangsung cukup lama semasa hidupnya.

"Misalnya wanita yang mendapat haid pertama sangat muda atau yang masa periode reproduksinya atau haidnya itu panjang sekali. Seperti misalnya menopausenya terjadi ketika melebihi usia 50 tahun," kata dr. Ronald.

Tak hanya itu, risiko kanker payudara yang cukup besar dapat dimiliki oleh wanita yang selama hidupnya tidak memiliki anak. Selain itu, terjadi juga pada wanita yang belum pernah menyusui.

"Wanita yang selama hidup tidak memiliki anak, serta wanita yang tidak menyusui itu bisa juga meningkatkan risiko," ujarnya.

Selain faktor genetik pada seseorang yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara, terdapat pula faktor penggunaan obat-obatan hormonal, serta kelebihan berat badan. Kemudian, paparan radiasi pada area payudara yang terjadi secara berulang-ulang juga turut meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

"Memiliki faktor genetik juga risikonya akan lebih tinggi. Faktor lain yang bisa dihubungkan seperti obesitas, penggunaan obat-obat hormonal, serta paparan radiasi secara berulang-ulang terhadap daerah payudara itu bisa saja meningkatkan risiko," kata dr. Ronald.

Editor : Tuty Ocktaviany