Karhutla di Beberapa Titik, Waspadai 5 Penyakit Ini

Siska Permata Sari ยท Minggu, 15 September 2019 - 14:28 WIB
Karhutla di Beberapa Titik, Waspadai 5 Penyakit Ini

Kebakaran hutan bisa membahayakan kesehatan bagi warga setempat. (Foto: Ilustrasi iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia tengah mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik daerah Sumatera dan Kalimantan. Tak hanya merusak lingkungan, karhutla juga memiliki dampak berbahaya pada kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Ada lima dampak berbahaya dari kabut asap sisa pembakaran hutan pada kesehatan. Tak hanya pada kesehatan saluran pernapasan, tetapi juga organ mata hingga jantung.

Berikut daftarnya seperti dikutip dari data Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan RI, Minggu (15/9/2019).

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi saluran pernapasan (ISPA) sejatinya disebabkan oleh infeksi virus. Namun polusi udara yang parah, ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, bisa mengakibatkan gangguan pernapasan atau ISPA.

Hal ini karena kemampuan paru dan saluran pernapasan dalam mengatasi infeksi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadinya ISPA. Mereka yang rentan terkena ISPA adalah anak-anak dan kaum lansia.

2. Asma

Selain genetik, penyakit asma juga bisa disebabkan oleh buruknya kualitas udara. Kabut asap yang saat ini mengepung misalnya, membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan layaknya asap rokok.

Penduduk yang mengidap asma, terutama anak-anak, adalah kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap ancaman kabut asap.

3. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Menurut Yayasan Paru-Paru Kanada, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan bisa berakibat fatal pada penderita PPOK. Hal ini karena kabut asap dapat mengurangi atau memperburuk kinerja paru-paru. Jika pasien PPOK semakin lama dalam terpapar kabut asap, maka semakin besar pula risiko kematiannya.

4. Penyakit Jantung

Kabut asap membawa partikel mini bernama PM 2.5 yang dapat masuk dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Sebuah studi oleh California Environmental Protection Agency tahun 2014 membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke hingga dua kali lipat.

5. Iritasi pada Mata

Dalam bentuk yang paling ringan, paparan kabut asap bisa menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung serta menyebabkan sakit kepala atau alergi.

Editor : Tuty Ocktaviany