Keluarga Tak Harmonis Berdampak pada Perkembangan Otak Anak, Begini Kata Dokter
“Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi ‘siap siaga’ terus-menerus, mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur,” katanya.
5 Manfaat Konsumsi Air Kelapa untuk Kesehatan Kulit, Nomor 2 Bikin Awet Muda
Dokter Adam juga menyebut kondisi itu dapat berdampak panjang terhadap kesehatan mental anak. Anak dapat mengalami risiko gangguan kecemasan, kesulitan mengatur emosi, hingga masalah psikologis lainnya.
Namun dia menegaskan kondisi tersebut bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah akan mengalami kerusakan otak permanen. Sebab otak disebut sangat plastis, bisa pulih dengan lingkungan aman dan stabil.
5 Manfaat Mengurangi Konsumsi Gula bagi Kesehatan, Cek Nutri-Level
“Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan tepat,” tulisnya.
Untuk itu, dia menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman dan suportif demi perkembangan mental dan emosional anak di masa depan.
Kapan Anak Boleh Diajak Naik Gunung? Ini Jawaban Ahli Kesehatan
Editor: Dani M Dahwilani