Kemenkes Tanggapi Pernyataan CDC Amerika Bolehkan Lepas Masker setelah Vaksinasi Lengkap
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan rekomendasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) terkait dibolehkannya lepas masker asal sudah vaksinasi lengkap.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan masyarakat Indonesia tidak boleh mengikuti saran CDC tersebut karena kondisi pandemi di Indonesia dan Amerika Serikat berbeda. Begitu pun mengenai cakupan vaksinasi yang tak sama.
"Amerika Serikat vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 40% dari populasi. Lagipula rekomendasi boleh lepas masker itu untuk orang yang berada di daerah terbuka dan dipastikan orang-orang di dalamnya sudah divaksinasi lengkap semua," kata Siti Nadia pada iNews.id, Sabtu (15/5/2021).
Dia menambahkan, bila orang tersebut berada di daerah tertutup dan tidak diketahui status vaksinasi pada orang lain di sekitarnya, maka tetap harus pakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.
"Rekomendasi itu berdasar hasil penelitian mereka bahwa orang yang sudah divaksin itu walau membawa virus, tetapi jumlah virusnya tidak cukup untuk dapat menularkan kepada orang lain," ujar Siti Nadia.
Kondisi di Indonesia sendiri terkait rekomendasi CDC tersebut belum dapat menerapkannya mengingat jumlah orang yang sudah mendapat vaksinasi lengkap masih 8,9 persen atau di bawah 10 persen dari populasi.
"Artinya, itu cukup berisiko bagi orang yang belum divaksinasi terapar virus karena virus yang dibawa berisiko besar menular ke orang lain. Jadi, risiko penularannya masih tinggi di Indonesia jika mau melepas masker," tutur Siti Nadia.
Dia pun menegaskan kepada masyarakat Indonesia agar tidak mengiyakan rekomendasi CDC karena kondisi di Amerika Serikat dengan Indonesia berbeda dan cakupan vaksinasi Indonesia masih jauh dari kondisi aman untuk melepas masker.
Editor: Dyah Ayu Pamela