Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tubuh Bukan Mesin! Kebiasaan Duduk Seharian dan Kurang Tidur Picu Penyakit Serius
Advertisement . Scroll to see content

Kurang Tidur Bikin Orang Mudah Tersinggung dan Emosi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:55:00 WIB
Kurang Tidur Bikin Orang Mudah Tersinggung dan Emosi, Ini Penyebabnya
Kurang tidur dapat memengaruhi cara seseorang mengendalikan emosi, sehingga menjadi lebih mudah tersinggung. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Kurang tidur ternyata tidak hanya membuat tubuh mengantuk dan lemas keesokan harinya. Kondisi ini juga dapat memengaruhi cara seseorang mengendalikan emosi, sehingga menjadi lebih mudah tersinggung, reaktif, bahkan defensif saat berinteraksi dengan orang lain.

Edukator sekaligus sleep coach Indonesia, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kemampuan otak dalam memproses emosi secara jernih. Akibatnya, hal-hal kecil yang biasanya dianggap biasa dapat terasa sebagai kritik atau serangan.

"Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif," kata Vishal dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut Vishal, tubuh yang belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup membuat kapasitas otak untuk berpikir tenang ikut menurun. Kondisi ini menyebabkan seseorang lebih sulit mengendalikan respons emosional ketika menghadapi komentar atau pendapat dari orang lain.

“Masukan kecil terasa seperti serangan, komentar biasa terasa seperti kritik, orang kasih saran kamu langsung merasa perlu membela diri. Bahkan kadang, kamu jadi merasa paling benar dan susah menerima masukan," katanya.

Dia menegaskan, perubahan sikap tersebut bukan berarti seseorang memiliki karakter yang buruk. Sebaliknya, kondisi itu merupakan tanda bahwa tubuh dan otak belum pulih sepenuhnya akibat kurang tidur.

"Saat tubuh belum cukup pulih, otak punya kapasitas yang lebih rendah untuk pause, mendengar, dan merespons dengan jernih. Jadi, ini bukan berarti kamu orangnya buruk, bisa jadi sistem tubuh kamu memang belum cukup pulih," ujarnya.

Agar emosi tidak memicu konflik, Vishal menyarankan untuk tidak langsung bereaksi ketika menyadari kualitas tidur pada malam sebelumnya kurang baik. Dia juga mengimbau agar keputusan penting ditunda hingga kondisi tubuh kembali prima.

“Jadi, kalau semalam tidurmu kurang, jangan langsung bertindak berdasarkan semua emosimu hari itu. Ambil jeda, tunda keputusan besar, jangan langsung bereaksi saat emosi masih tinggi. Dan kalau perlu, bilang ke orang terdekat, 'Aku semalam kurang tidur nih, kalau mulai ngegas atau ngeyel, diingetin ya’,” katanya.

Selain itu, dia menyarankan agar seseorang terbuka kepada keluarga, pasangan, atau rekan kerja mengenai kondisi kurang tidur yang dialami. Menurutnya, komunikasi yang jujur dapat membantu orang lain memahami perubahan suasana hati sekaligus mengingatkan ketika mulai menunjukkan sikap defensif.

Vishal menambahkan, mengelola emosi saat tubuh sedang kelelahan sering kali hanya membutuhkan sedikit jeda sebelum merespons suatu situasi.

"Karena kadang, yang kita butuhkan cuma sedikit ruang untuk tidak langsung meledak," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut