Latihan Fisik untuk Atasi Obesitas, Biasakan Lakukan Hal Ini untuk Turunkan Berat Badan dan Risiko Penyakit
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak jenis latihan fisik untuk atasi obesitas. Kelebihan berat badan memang menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi di era modern.
Pola hidup yang kurang sehat sebab utama munculnya obesitas. Semakin sedikitnya aktivitas fisik karena sibuk bekerja, juga menjadi salah satu faktor umum terjadinya obesitas. Hal itu masih ditambah dengan pola makan dan istirahat yang tak terkontrol.
Dikutip iNews.id dari World Obesity, obesitas didefinisikan oleh WHO sebagai penyakit kambuhan kronis dari 'akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan. Obesitas memiliki berbagai faktor pendorong termasuk di antaranya genetika, biologi, dan faktor lingkungan.
Namun, terlalu sering obesitas disalahpahami dan dicirikan sebagai kondisi gaya hidup yang dapat diselesaikan jika orang ' makan lebih sedikit dan lebih banyak bergerak' , sebuah pesan yang meremehkan kompleksitas penyakit dan melebih-lebihkan dampak olahraga.
Obesitas dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke, dan beberapa jenis kanker.
Salah satu metode yang dapat membantu seseorang menurunkan berat badan adalah dengan membatasi jumlah kalori yang masuk melalui diet dan membakar kalori ekstra dengan cara berolahraga. Berikut ini adalah latihan fisik untuk mengatasi obesitas yang dirangkum iNews.id dari berbagai sumber:
Dilansir dari Healthline, apapun program latihan yang kamu terapkan seharusnya meliputi beberapa bentuk latihan aerobik atau kardiovaskular.
Latihan aerobik dapat meningkatkan detak jantung dan memompa darah. Latihan aerobik mungkin termasuk di antaranya adalah berjalan santai, jogging, bersepeda, berenang, dan menari. Anda juga dapat berolahraga menggunakan bantuan alat kebugaran seperti treadmill, elips, atau stepper tangga.
Keuntungan utama saat melakukan jenis olahraga latihan beban adalah dapat menurunkan lemak secara efisien sekaligus dapat membangun otot-otot.
Para ahli merekomendasikan untuk melatih semua kelompok otot utama tiga kali dalam seminggu. Bagian tubuh yang perlu dilatih adalah perut, punggung, bisep, betis, dada, lengan, paha, bahu, trisep dan masih banyak lagi.
Latihan beban termasuk di antaranya adalah push up, sit up, pull up, barbel lunge, deadlift, bent over row, standing shoulder press dan masih banyak lagi.
Yoga mungkin tidak akan seintens jenis olahraga lainnya. Tetapi yoga dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara yang lain. Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh para peneliti di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, diketahui bahwa orang yang berlatih yoga akan lebih sadar tentang apa yang mereka makan. Oleh karena itu, mereka lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami obesitas. Maka tidak heran jika yoga masuk dalam jenis latihan yang cocok untuk mengatasi obesitas.
Jumlah total latihan yang dilakukan secara rutin setiap harinya jauh lebih penting daripada olahraga yang dilakukan dalam satu sesi. Itulah mengapa, perubahan kecil yang dilakukan dalam rutinitas harian akan dapat menciptakan perubahan besar pada kesehatan.
Membiasakan olahraga sebagai gaya hidup sehari-hari dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Misalnya saja, membiasakan diri untuk berjalan dan bersepeda ketika berangkat kerja, sekolah, atau kemana saja yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Membiasakan diri menggunakan tangga saat ke kantor atau sekolah juga salah satu upaya melakukan gaya hidup sehat yang bisa mulai dipraktekkan.
Itulah beberapa latihan fisik untuk atasi obesitas. Sebagai catatan, latihan fisik tersebut tetap harus dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing serta diimbangi dengan gizi dan pola makan seimbang. Rata-rata pria dewasa yang tidak berolahraga membutuhkan sekitar 2.200 kalori per hari untuk mempertahankan berat tubuhnya. Sementara seorang wanita membutuhkan sekitar 1.800 kalori untuk mempertahankan berat badannya.
Editor: Komaruddin Bagja