Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sudah Pasang Ring Jantung, Tio Pakusadewo Tak Kapok Merokok
Advertisement . Scroll to see content

Leher Berkedut Kencang, Waspada Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Sabtu, 19 September 2026 - 06:29:00 WIB
Leher Berkedut Kencang, Waspada Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung
Kedutan otot pada leher bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kardiovaskular. (Foto: theread dr Adam)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pernah melihat leher seseorang berkedut atau berdenyut sangat kencang secara terus-menerus? Kondisi yang sekilas terlihat seperti kedutan otot tersebut ternyata bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kardiovaskular.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata menjelaskan, kondisi leher yang tampak berdenyut kuat dikenal dengan istilah Corrigan’s Sign atau dancing carotid. Tanda visual tersebut dapat ditemukan pada kondisi medis yang disebut regurgitasi aorta.

"Leher yang berkedut-kedut seperti ini adalah tanda regurgitasi aorta. Bahasa kerennya adalah Corrigan’s Sign atau dancing carotid," kata dr Adam, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Dia menjelaskan, aorta merupakan pembuluh darah terbesar di dalam tubuh yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sementara itu, regurgitasi aorta terjadi ketika katup aorta tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga darah dapat mengalir kembali ke jantung.

Untuk memudahkan masyarakat memahami kondisi tersebut, dr Adam mengibaratkan jantung sebagai pompa air dan katup aorta sebagai pintu satu arah.

"Aorta itu adalah pembuluh darah paling besar di tubuh kita yang keluar dari jantung. Regurgitasi aorta itu sederhananya adalah ada bocor di aorta. Bayangkan jantung itu seperti pompa air, dan katup aortanya seperti pintu satu arah. Nah regurgitasi itu pintunya gak menutup rapat," ujarnya.

Ketika katup tidak menutup secara sempurna, sebagian darah yang sudah dipompa keluar dari jantung dapat mengalir kembali ke ruang jantung. Kondisi tersebut membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh.

"Akibatnya, setiap kali jantung beristirahat sejenak, sebagian darah yang sudah dipompa keluar malah bocor kembali ke dalam ruang pompa utama jantung," kata dr Adam.

Jika berlangsung terus-menerus dan tidak ditangani, beban kerja jantung yang meningkat dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi jantung.

"Jadinya jantung harus bekerja lebih keras terus menerus, yang bisa berujung pada pelebaran jantung dan gagal jantung," kata dr Adam.

Lantas, mengapa kondisi tersebut bisa membuat leher terlihat berdenyut sangat kuat?

Menurut dr Adam, fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan tekanan darah yang terjadi ketika jantung memompa darah ke pembuluh karotis di area leher.

"Leher yang keliatan berkedut-kedut itu adalah pembuluh darah yang berdenyut sangat kuat saat jantung memompa darah, namun cepat mengempis kembali," kata dr. Adam.

Meski demikian, tampilan denyutan pada leher tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang mengalami regurgitasi aorta. Diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan, terutama jika kondisi tersebut disertai keluhan lain, seperti sesak napas, mudah lelah, nyeri dada, atau berdebar.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut