Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tewaskan Satu Orang, Pengemudi Cantik Outlander Maut di Surabaya Akui Mengemudi saat Mabuk Berat
Advertisement . Scroll to see content

Mabuk Perjalanan Bikin Mual? Coba Pijat 2 Titik Tubuh Ini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:34:00 WIB
Mabuk Perjalanan Bikin Mual? Coba Pijat 2 Titik Tubuh Ini
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan teknik pijatan pada titik SJ17 di belakang telinga dan P6 di pergelangan tangan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mabuk perjalanan kerap membuat perjalanan jauh terasa tidak nyaman karena memicu mual hingga pusing. Selain menggunakan minyak angin, ada cara sederhana yang bisa dicoba untuk membantu meredakan keluhan tersebut, yakni memijat dua titik tubuh tertentu.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan teknik pijatan pada titik SJ17 di belakang telinga dan P6 di pergelangan tangan. Kedua titik tersebut dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan saat mengalami mabuk perjalanan.

Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dr Cecep menjelaskan cara memijat kedua titik tersebut. Untuk titik SJ17, cari lekukan di belakang telinga, kemudian lakukan pijatan memutar dengan tekanan sedang selama satu hingga tiga menit.

Saat melakukan pijatan, mata bisa diarahkan ke objek yang jauh atau dipejamkan. Teknik ini ditujukan untuk membantu mengurangi gangguan keseimbangan yang dapat menyertai mabuk perjalanan.

Sementara itu, titik P6 terletak di bagian dalam pergelangan tangan. Tekan bagian tersebut menggunakan jari dan tahan tanpa gerakan memutar selama dua hingga tiga menit sambil mengatur napas secara perlahan.

Teknik akupresur pada titik P6 telah diteliti untuk membantu mengurangi mual dalam sejumlah kondisi. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang. Adapun pijatan pada titik SJ17 yang disebutkan dr. Cecep tidak dapat dianggap sebagai metode yang terbukti pasti meredakan mabuk perjalanan.

Dalam keterangannya, dr Cecep menjelaskan mabuk perjalanan atau kinetosis terjadi ketika otak menerima sinyal yang tidak selaras dari berbagai sistem tubuh. Telinga bagian dalam mendeteksi gerakan kendaraan, sedangkan mata bisa melihat objek yang relatif diam, seperti layar ponsel atau jok kendaraan.

“Mabuk perjalanan (kinetosis) muncul pas otak bingung nerima sinyal beda. Telinga ngerasain guncangan (sistem vestibular/keseimbangan), tapi mata ngeliat benda diam kayak HP atau jok. Titik belakang telinga (SJ17) dipijat buat bantu tenangin saraf keseimbangan, yaitu saraf yang ngirim info posisi dan gerak badan ke otak. Sementara titik pergelangan tangan (P6) dipakai buat bantu ngurangin mual, dan udah diteliti di beberapa uji coba,” tulis dr Cecep, dikutip Jumat (16/10/2026).

Selain mencoba teknik pijatan, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan. Salah satunya menghindari penggunaan ponsel selama kendaraan bergerak.

“Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” ucapnya.

Posisi duduk juga berpengaruh terhadap kenyamanan selama perjalanan. Usahakan duduk menghadap ke arah kendaraan melaju dengan posisi tubuh tegak. Selain itu, hindari bepergian dengan kondisi perut terlalu kosong maupun terlalu kenyang.

“Usahain duduk sejajar arah jalan. Jangan duduk ngadep belakang, ini bikin tubuh makin gak sinkron. Jangan biarin perut kosong, tapi jangan kekenyangan juga. Hindari makanan pedas atau berlemak yang bikin perut makin gak nyaman,” kata dr Cecep.

Jika aroma parfum atau bau menyengat di dalam kendaraan memperburuk rasa mual, membuka sedikit jendela dapat membantu memasukkan udara segar, selama kondisi perjalanan memungkinkan dan tetap aman.

dr Cecep juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang semakin parah. Muntah berulang hingga menyebabkan dehidrasi, tubuh sangat lemas, atau pusing yang berlanjut setelah perjalanan menjadi alasan untuk segera mencari pertolongan medis.

Pusing yang disertai sakit kepala hebat, penglihatan ganda, bicara pelo, atau kelemahan pada satu sisi tubuh memerlukan penanganan medis segera karena dapat menandakan kondisi serius. Jika area yang dipijat terasa nyeri atau mengalami kesemutan berkepanjangan, hentikan pijatan tersebut.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut