Maia Estianty Mulai Menopause, Ini 10 Tanda yang Perlu Wanita Tahu!
JAKARTA, iNews.id – Musisi Maia Estianty mengungkapkan dirinya mulai memasuki fase menopause. Pengakuan itu disampaikan melalui unggahan di akun Threads pribadinya.
Istri Irwan Mussry tersebut mengaku berat badannya naik hingga 3 kilogram dalam waktu yang relatif singkat. Menurut Maia Estianty, kenaikan berat badan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kesibukan setelah menikahkan sang putra, rutinitas olahraga yang mulai berkurang, hingga perubahan hormon karena memasuki masa menopause.
"Gila, berat gue naik 3 kg kelar kawinan anak, sama sudah nggak syuting lagi, sudah kendor olahraga, ditambah mulai menopause. Berat badan gila naik kayak pesawat roket," tulis Maia Estianty, dikutip Senin (6/7/2026).
Curhatan Maia mendapat banyak dukungan dari warganet. Banyak yang menilai kenaikan berat badan saat memasuki menopause merupakan hal yang umum terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh.
Lantas, selain berat badan yang lebih mudah bertambah, apa saja tanda seorang perempuan mulai memasuki menopause?
Sebelum mengalami menopause, perempuan umumnya akan memasuki masa transisi yang disebut perimenopause. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa tahun dan ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun emosional akibat menurunnya produksi hormon estrogen.
Berikut beberapa tanda yang umum terjadi:
1. Siklus haid tidak lagi teratur
Ini merupakan tanda paling umum. Menstruasi bisa datang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dengan durasi maupun volume darah yang berubah.
2. Berat badan lebih mudah naik
Perubahan hormon selama perimenopause dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi massa otot. Akibatnya, lemak lebih mudah menumpuk, terutama di area perut. Kondisi ini juga bisa diperparah oleh berkurangnya aktivitas fisik, seperti yang dialami Maia Estianty.
3. Hot flashes atau sensasi panas mendadak
Tubuh tiba-tiba terasa sangat panas, terutama di wajah, leher, dan dada. Gejala ini sering disertai wajah memerah dan keringat berlebih.
4. Keringat berlebihan pada malam hari
Banyak perempuan mengalami keringat malam yang cukup deras hingga mengganggu kualitas tidur.
5. Sulit tidur
Perubahan hormon dapat menyebabkan insomnia, sering terbangun di malam hari, atau sulit kembali tidur setelah terbangun.
6. Mood mudah berubah
Perempuan yang memasuki menopause cenderung lebih mudah marah, cemas, sensitif, atau mengalami perubahan suasana hati.
7. Vagina terasa lebih kering
Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat berhubungan seksual.
8. Gairah seksual menurun
Selain dipengaruhi perubahan hormon, penurunan libido juga dapat berkaitan dengan kualitas tidur yang memburuk atau rasa tidak nyaman akibat kekeringan vagina.
9. Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
Sebagian perempuan mengalami brain fog, yaitu kondisi ketika konsentrasi menurun dan lebih mudah lupa.
10. Nyeri sendi dan otot
Keluhan pegal atau kaku pada sendi juga cukup sering dialami menjelang menopause.
Sebagian besar perempuan mulai memasuki fase perimenopause pada usia 40 hingga 50 tahun. Sementara itu, menopause secara medis dinyatakan ketika seorang perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.
Meski merupakan proses alami, gejala menopause dapat berbeda pada setiap perempuan. Ada yang hanya mengalami perubahan siklus haid, sementara sebagian lainnya merasakan berbagai keluhan, mulai dari hot flashes, gangguan tidur, hingga kenaikan berat badan seperti yang dialami Maia Estianty.
Jika gejala yang muncul terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari atau terjadi perdarahan yang tidak normal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.
Editor: Muhammad Sukardi